animasi bergerak gif

Jumat, 14 Desember 2018

Tokoh Psikoanalisis


Hai guys, ada postingan terbaru nih 😅 tentang Tokoh Psikoanalisa.. Semoga bermanfaat yah 😉.. Jgn lupa komen jugaa 😄



Sigmund Freud
 







Sigmund Freud adalah tokoh pendiri psikoanalisis. Freud adalah seorang Jerman  keturunan Yahudi, dilahirkan pada tanggal 6 Mei 1856 di Freiberg, dan pada masa bangkitnya Hilter, ia harus melarikan diri ke Inggris dan meninggal di London pada tanggal 23 September 1939. (Sarwono, 2002:155).
Kritik terhadap Sigmund Freud sebagai bapak psikoanalisis lebih didasarkan pada metodenya yang dianggap tidak baku, subjektif, dan jumlah klien sedikit dan semuanya pasien klinis (penderita gangguan jiwa). Para penentang Freud tidak bisa menerima bahwa analisis dari pasien sakit jiwa dapat digeneralisasikan pada populasi umum. Di pihak lain, Freud dianggap banyak memberi kontribusi pada perkembangan psikologi, khususnya dalam hal mengembangkan konsep motivasi dari alam ketidaksadaran dan mengarahkan fokus penelitian pada pengalaman masa awal kehidupan atau masa anak terhadap perkembangan kepribadian selanjutnya sampai ia dewasa. Di samping itu, Freud juga merangsang studi yang intensif tentang emosi, yaitu cinta, takut, cemas, dan seks.
Dalam soal seks, teori Freud yang menyatakan bahwa satu-satunya hal yang mendorong kehidupan manusia adalah dorongan id (libido seksualita), mendapat tantangan keras. Dalam libido seksualita, seseorang berusaha mempertahankan eksistensinya karena bermaksud memenuhi hasrat seksualnya. (Sobur, 2003:111).
Teori psikoanalisa dari Freud dapat berfungsi sebagai tiga macam teori, yaitu: (1) sebagai teori kepribadian, (2) sebagai teknik analisa kepribadian, dan (3) sebagai metode terapi (penyembuhan). Sebagai teori kepribadian, psikoanalisa mengatakan bahwa jiwa terdiri dari 3 sistem yaitu: id, superego, dan ego.
Sembilan mekanisme pertanahan yang dikemukakan Freud antara lain: (1) Repesi, (2) Pembentukan reaksi, (3) Proyeksi, (4) Penempatan yang keliru, (5) Rasionalisasi, (6) Supresi, (7) Sublimasi, (8) Kompensasi, dan (9) Regresi.
Dalam teori psikoanalisa sebagai teori kepribadian Freud selanjutya mengatakan bahwa pada setiap orang terdapat seksualitas kanak-kanak yaitu dorongan seksual yang sudah terdapat sejak bayi. Dorongan ini akan berkembang terus menjadi dorongan seksual pada orang dewasa, melalui beberapa tingkat perkembangan, yaitu:
1.      Fase oral yaitu pada fase ini kepuasan seksual terutama terdapat di sekitar mulut. Contohnya adalah bayi yang menyusu pada ibunya.
2.      Fase anal yaitu pada fase ini kepuasan seksual berpindah ke anus, biasanya terdapat pada anak-anak usia dua tahun. Contohnya adalah anak yang menikmati duduk di pispot sampai lama.
3.      Fase phallic yaitu kenikmatan seksnya terdapat pada alat kelamin, tetapi berbeda dengan kepuasan seks pada orang dewasa, biasanya terdapat pada anak usia 6-7 tahun.
4.      Fase latent yaitu terdapat pada anak usia 7 atau 8 tahun sampai ia meginjak masa remaja, seolah-olah tidak aktivitas seksual. Karena itu disebut fase latent (tersembunyi).
5.      Fase genital yaitu segala kepuasan seks terutama berpusat pada alat-alat kelamin, fase ini dimulai sejak masa remaja. (Sarwono, 2002: 156-161).





Carl Gustaf Jung





Jung dilahirkan pada tanggal 26 Juli 1875 di Kesswil dan meninggal pada tanggal 6 Juni 1961 di Kusnacht, Swiss. Ia lulus dari fakutas kedokteran Universitas Basle pada tahun 1900. Pada tahun 1913 ia berhenti menjadi dosen untuk mengkhususkan dirinya dalam riset-riset. Sejak 1906  ia mulai tulis-menulis surat dengan Freud, yang baru dijumpainya pertama kali setahun kemudian, yakni pada 1907. Pertemuan yang terjadi di Wina ini sangat megesankan kedua belah pihak, sehingga terjalinlah tali persahabatan antara mereka. Freud begitu menaruh kepercayaan pada Jung, sehingga Jung dianggap sebagai seorang yang patut mennggantikan Freud di kemudian hari.
Dalam menerangkan kepribadian, Jung sebagaimana juga Freud, meggunakan konsep libido. Tetapi berbeda dengan Freud, Jung tidak melihat libido sebagai dorongan-dorongan seksual, melainkan sebagai energi yang mendasari bermacam-macam proses mental seperti berpikir, merasa, berhasrat, mengindera, dan sebagainya.
Struktur ketidaksadaran menurut Jung:
a)   Dunia luar                  : lingkungan
b)  Dunia dalam              : keadaan dalam diri pribadi
c)  Persona                      : kepribadian yang ditempatkan ke dunia luar
d)   Ego                            : pusat dari kesadaran yang punya kontak dengan dunia luar
e)   Self (diri)                   : pusat dari ketidaksadaran pribadi
f)   Shadow (bayangan) : pusat dari ketidaksadaran kolektif yang berisi jejak-jejak ingatan dari sejak nenek moyang yang menimbulkan arkhetip
g)   Animus dan Anima  : salah satu arkhetip, yaitu naluri jantan pada wanita (animus) dan naluri perempuan pada wanita (anima).
Kepribadian menurut Jung bisa dibagi-bagi berdasarkan dua aspek, yaitu berdasarkan fungsinya dan berdasarkan reaksinya terhadap lingkungan.
Berdasarkan fungsiya, dibagi dalam empat kepribadian:
a)      Kepribadian yang rasional, yaitu terdapat pada orang-orang yang dipengaruhi oleh akal pikirannya, sehingga tiap tindakan yang akan dilakukannya akan diperhitungkan dengan benar.
b)      Kepribadian yang intuitif, yaitu kepribadian yang dipengaruhi oleh firasat atau perasaan kira kira. Orang dengan kepribadian ini bersifat spontan.
c)      Kepribadian emosional, yaitu kepribadian yang sagat dikuasai oleh emosinya, cepat menjadi sedih atau cepat menjadi gembira.
d)     Kepribadian sensitive, yaitu kepribadian yang dipengaruhi oleh panca indera dan cepat bereaksi terhadap rangsang yang diterima oleh panca indera.
Berdasarkan reaksi terhadap lingkungannya, kepribadian dinagi menjadi:
a)      Kepribadian ekstrovert, yaitu kepribadian yang bersifat terbuka. Orang-orang yang senang bergaul, ramah, mudah mengerti perasaan orang lain.
b)      Kepribadian introvert, yaitu kepribadian yang bersifat tertutup. Tidak mudah bergaul dengan orang lain.

c)      Kepribadian ambivert, yaitu kepribadian yang tidak dapat digolongkan pada kepribadian ektrovert dan introvert. (Sarwono, 2002:163-167).



Daftar Pustaka:
  1. Sarwono S. W. 2002. Berkenalan dengan aliran-aliran dan tokoh-tokoh psikologi. 3th ed. Jakarta: Bulan Bintang.
  2. Sobur, Alex. 2003. Psikologi Umum dalam Lintasan Sejarah. Bandung: CV Pustaka Setia.
  3. King Laura, A. 2010. Psikologi Umum: Sebuah Pandangan Apresiatif. Jakarta: Salemba Humanika.

16 komentar:

Tokoh Psikoanalisis

Hai guys, ada postingan terbaru nih 😅 tentang Tokoh Psikoanalisa.. Semoga bermanfaat yah 😉.. Jgn lupa komen jugaa 😄 Sigmund Freud ...